tiger

Cara Pasang Ronsel Tiger di CB GL dan Megapro

Perbedaan Rumah Kopling GL/Megapro dengan Tiger , Tiger tengahnya polos sedangkan GL/Megapro beralur ( source : Kunara)

awansan.com – Sobat bikers, tukar menukar part dalam dunia permotoran merupakan hal biasa, apalagi di dunia CB, GL Megapro dan Tiger mengingat basis mesin yang digunakan sama, meskipun kadag tidak plek ketiplek tapi dengan sedikit akal semua bisa dipasang, nah beberapa waktu lalu setelah stroke up 9mm, awansan putuskan untuk pasang ronsel tiger ke megapro awansan, dan well ternyata tidak pnp begtu saja.

Perlu diketahui bahwa pemasangan Ronsel Tiger di CB, GL dan Megapro tidaklah pnp ( plug and play), yang pnp hanya gigi primer dan gigi pompa olinya saja , sedangkan untuk gigi sekunder perlu cara khusus. karena  Jikalau nekat pasang gitu aja niscaya kopling bakal ngelos.

(more…)

Pasang Ronsel Tiger di CB GL dan Megapro

awansan.com – Dear pembaca semua, perlu diketahui bahwa pemasangan Ronsel Tiger di CB, GL dan Megapro tidaklah pnp ( plug and play), yang pnp hanya gigi primer dan gigi pompa olinya saja , sedangkan untuk gigi sekunder perlu cara khusus. karena  Jikalau nekat pasang gitu aja niscaya kopling bakal ngelos. (more…)

Upgrade CB / GL Jadi Tiger, Jangan Lupa Ganti Draf Gear (Ronsel)

awansan.com – Dear pembaca semua, pasca upgrade mesin jadi setara tiger, banyak pengguna CB / GL yang mengeluh nafas motornya jadi pendek pendek dan mesin hanya nggerung saja tidak bisa putaran tinggi, seakan ada tenaga yang tertahan.

Nah jika ada yang mengalami seperti itu wajar saja, karena pasca upgrade tenaga meningkat drastis, sedangkan sistem penerus daya belum dirubah, masih menggunakan drafgear asli yang dirancang untuk mesin dengan tenaga kecil.

Salah satu obat untuk hal ini adalah mengganti drafgear (ronsel) nya dengan milik tiger sekalian, hal ini untuk menyesuaikan reduksi tenaganya, karena tenaga sudah naik maka reduksi gigi perlu diperberat agar tenaga bisa keluar maximal.

gigi primer, sekunder dan pompa oli milik tiger, tengahnya polos tidak beralur

Oh ya kalau ganti drafgear harus sepaket ya, berupa gigi primer, gigi sekunder, dan pompa olinya, beli yang asli copotan saja, jangan beli yang custom, karena ada beberapa kasus gigi custom ini mlh rompal.

Saya sendiri pernah melakukan hal ini, ketika dulu upgrade megapro jadi tiger, maupun ketika stroke up 9mm, tarikan pendek dan tenaga mesin di putaran atas kayak kecekik.. nah setelah ganti ronsel milik tiger, tarikan bisa panjang mulur mulur, dan mesin bisa bergasing di rpm lebih tinggi, nikmat banget buat touring luar kota 😁.

Untuk pemasangannya akan saya bahas di artikel sepanjutnya, so stay tune ya.

Honda Megapro Stroke Up 9 mm , Galak Tenan Bro

kiri bandul standar tiger, kanan bandul stroke up 9 mm milik awansan

awansan.com – Setelah berhari hari bikin artikel tentang bis akhirnya awansan kangen juga bikin artikel tentang motor, well kali ini awansan akan sedikit berbagi pengalaman ketika dulu modif si megapro.. maklum ini motor dulu sering jadi kelinci percobaan, dari mulai standar hingga akhirnya stroke up 200 cc pakai bandul Tiger, bagi yang pengen baca silahkan disini 😀 , nah di lain hari awansan tergoda buat stroke up lebih ekstrim lagi, naik jadi 9mm..

Maka dikirimlah bandul asli megapro dari Jogja ke Surabaya untuk di stroke up di bengkel cak benjol, btw thanks to Om Yuniar Prihatmoko (sesepuh HMPC)  yang dulu ngurusin masalah bandul ini, termasuk ngelobi bengkel agar mau ngerjain, karena sebenernya udah nggak mau nerima stroke up lagi.

Harus sabar menanti sampai berminggu minggu, sampai terdengar kabar bahwa bandul sudah jadi dan akan dikirim ke jogja, begitu sampai jogja awansan terkaget kaget, garapan stroke up bandulnya sangat rapiii dan aluss, sekilas seperti bandul motor standar, nggak kelihatan kalau ini bandul stroke up 9 mm hahaha, kayaknya sih digarap pake mesin cnc ini , cak benjol emang top markotop.

Singkat kata dirakitlah bandul ini ke motor awansan, yang ngrakit adalah Mas Wisnu (salah satu sesepuh IMPX Jogja 😀 ), jangan salah lho yaa walaupun ngebengkel cuman di emperan kos, tapi kerjaan disini jempolann murah, rapih , teliti dan bergaransi.

Setelah dipasang weladalah motor jadi mumbul mumbul , torsinya kerasa enak banget buat cruising bahkan di low rpm, bensin juga jadi lebih irit, soal getaran juga masih bisa ditoleransi menurut awansan, apalagi setelah dibuatkan pangkon mesin custom .

Spek mesin kala itu adalah stroke up 9 mm ( jadi 213 cc), karbu standar mega pro, seher mega pro, koil mega pro, final gear 14:41 .. untuk memanjangkan nafas mesin akhirnya gigi primer sekunder (ronsel) juga diganti dengan menggunakan milik Honda Tiger.

Tak ada gading yang tak retak, yang namanya modifikasi pasti bawa konsekuensi juga, berikut awansan share beberapa sisi negatifnya :
dengan dilakukannya stroke up maka rasio kompresi otomatis naik, apalagi awb masih pake seher megapro yang jenong hahaha, mungkin sudah berada di kisaran 1:11 – 1:12 naik jauh dari standarnya yang hanya 1:9

Rasio kompresi yang tinggi membuat Kick Stater motor jadi sangat berat, sampai – sampai  kudu berdiri satu kaki kalau mau nyalain motor dengan kick stater . namun hebatnya ternyata stater elektrik megapro masih kuat buat nyalakan motor dengan kompresi setinggi ini, meskipun ketika pertama kali dipakai, spi magnet langsung patah gara gara nggak kuat nerusin tenaga dari stater ke kruk as.

Kompresi mesin tinggi juga cenderung memebuat mesin lebih panas dari mesin standar, konsumsi oli juga lebih boros, kudu rajin ngecek oli sebulan sekali jangan pake oli encer, pake yg kental spek 20-50 w aja.. biar nggak panas gimana ? saran awb silahkan pake seher tiger biar kompresi lebih rendah, pasang oil cooler juga biar oli jadi ademm.

Konsekuensi kedua adalah torsi sangat besar, maka baiknya diganti gigi primer sekundernya (ronsel) dengan milik tiger, jadi nafas motor kerasa lebih panjang, final gear juga diperberat, Knalpot juga harus dibobok supaya tenaga tidak tertahan, Jangan protes stroke up itu mahalll lho ya wkwkwk, namane modifikasi itu pasti merembet ke part part lain yang harus menyesuaikan..

Ganjel alumunium 9mm + packing tebel , pahe aja nggak kuat beli blok tiger

Sisi positifnya adalah tenaga motor jadi berlimpah ruah, bahkan dari rpm rendah, woles aja mau ngadepin berbagai medan tanjakan seekstrim apa, ketemu cb jadi jadian juga berani gas blarr blarr, motor juga jadi lebih irit awb pernah awb test bisa tembus sekitar 1 liter bbm bisa menempuh jarak 41 km , sangat irit untuk ukuran motor 213 cc 😆 .

ebagai perbandingan ketika spek standar, mega pro awb konsumsi bensinya 1:33 mentok 1:35 nan heheh,.. yang terakhir adalah walaupun motor tampang standar, tapi kalau lawan lihat ganjelan alumunium  9mm di blok mesin, meraka bakal berpikir 2x untuk ngremehin .

oke cukup sekian artikel kali ini semoga berguna bagi anda semua , bagi yang pengen modifikasi, do it with your own risk 😀

Bikin Galak Honda Megapro , Pakai Bandul Stroke Up 9 mm

awansan.com – Setelah berhari hari bikin artikel tentang bis akhirnya awansan kangen juga bikin artikel tentang motor, well kali ini awansan akan sedikit berbagi pengalaman ketika dulu modif si megapro.. maklum ini motor dulu sering jadi kelinci percobaan, dari mulai standar hingga akhirnya stroke up 200 cc pakai bandul Tiger, bagi yang pengen baca silahkan disini 😀 , nah di lain hari awansan tergoda buat stroke up lebih ekstrim lagi, naik jadi 9mm..

kiri bandul standar tiger, kanan bandul stroke up 9 mm milik awansan

Maka dikirimlah bandul asli megapro dari Jogja ke Surabaya untuk di stroke up di bengkel cak benjol, btw thanks to Om Yuniar Prihatmoko (sesepuh HMPC)  yang dulu ngurusin masalah bandul ini, termasuk ngelobi bengkel agar mau ngerjain, karena sebenernya udah nggak mau nerima stroke up lagi..

Harus sabar menanti sampai berminggu minggu, sampai terdengar kabar bahwa bandul sudah jadi dan akan dikirim ke jogja, begitu sampai jogja awansan terkaget kaget, garapan stroke up bandulnya sangat rapiii dan aluss, sekilas seperti bandul motor standar, nggak kelihatan kalau ini bandul stroke up 9 mm hahaha, kayaknya sih digarap pake mesin cnc ini , cak benjol emang top markotop .

(more…)

Bikin Mesin Lebih Adem, Panduan Pasang Oil Cooler pada Honda Tiger, Megapro CB Series dan GL Series

Oil cooler terpasang

awansan.com – Oil Cooler merupakan salah satu perangkat pendingin tambahan yang digunakan untuk mendinginkan mesin, beberapa motor di Indonesia yang sudah menggunakan perangkat ini adalah Satria FU , Pulsar 200 dan Pulsar 220.

Pada kelurga mesin GL Series , sebetulnya pendingin udara bawaan masih cukup untuk mendinginkan mesin, namun beda cerita ketika mesin sudah diupgrade seperti bore up/stroke up sehingga mesin cenderung lebih panas di banding motor standar, oleh karena itu dibutuhkan pendingin tambahan seperti oil cooler ini supaya mesin tidak mudah overheat.

(more…)

Mengatasi Getaran Motor Setelah Stroke Up

image
Kiri bandul tiger standar, kanan bandul megapro stroke up 9mm

awansan.com – Pagi bro sist, tentunya masih ingat kemaren awb stroke up si mega pro kesayangan, nah jika kemarin awb membeberkan tentang caranya maka sekarang awb beberkan efek positif sekaligus negatifnya :

Efek positif stroke up :
1. Tenaga bertambah
2. Bensin jadi lebih irit
3. Makin pede di jalan kalo mau mgebut atau nanjak

Tentunya semua hal ada efek negatifnya, berikut ini negatifnya :
1. Getaran menjadi lebih terasa
2. Mesin jadi lebih panas
3. Boros oli

Oke buat para stroker yg mengalami hal tersebut awb akan bahas juga solusinya, pertama adalah mesin yg bergetar, hal ini dikarenakan pangkon (pegangan) atas mesin yang tidak bisa dipasang, akibat head silinder yang sudah semakin tinggi, saran awb buatlah pangkon custom dijamin getaran berkurang dan mesin lebih anteng.

Mesin jadi lebih panas, hal ini dikarenakan bidang gesek yang menjadi lebih banyak, sehingga mesin menjadi cenderung lebih panas, hal ini pulalah yang membuat oli semakin boros, karena penguapan tinggi, solusinya cobalah pasang oil cooler untuk membantu ngademin oli, perlu digarisbawahi pasang oil cooler harus di ahlinya lho, kalo ndak malah cuman rugi hehe, oke cukup sekian artikel kali ini, semoga berguna bagi kita semua.