Touring

Suka Duka Gas Supra X Lawas Lintas Provinsi

Ngeyup

awansan.com – Setelah terah terima motor beres, awansan langsung bawa si Supra X pulang, dan bisa dibilang perjalanan ini touring lintas Provinsi, karena start dari Gunungkidul Yogyakarta dan nantinya akan finish di Temanggung Jawa Tengah, dengan diiringi hujan deras awansan mulai turun dari kantor Kecamatan Panggang Gunungkidul menuju Kota Yogyakarta sekitar pukul 10.00

Mengingat kondisi motor yang cukup memprihatinkan, jalan pelan pelan saja, dan disini awansan baru ngeh ternyata rem depan motor blong, sudah ditekan sampai habis, tetap saja motor ngeloyor, akhirnya hanya mengandalkan rem belakang dibantu dengan engine brake untuk melewati turunan – turunan curam di sepanjang jalur Panggang hingga Imogiri.

Sampai di Imogiri hujan sudah sedikit mereda, berganti dengan gerimis rintik rintik, meskipun jalan sudah landai, motor tetap dipacu pelan mengingat selain rem depan blong, motor ini nggak ada tenaganya ๐Ÿ˜† , diperparah dengan karburator yang tidak ditutupi apapun sehingga nanti mesin rawan menghisap air atau kerikil kerikil kecil yang terlontar, sekitar pukul 12.00 awansan sudah memasuki ring road Jogja, hujan kembali bertambah deras, akhirnya awansan putuskan untuk mampir ke bengkel langganan untuk berteduh sekaligus memebereskan beberapa problem yg awansan anggap vital.

Perbaikan darurat

Problem pertama adalah rem depan yang blong, ternyata akibat dari sil as depan yang bocor, sehingga olinya membasahi cakram depan, namun mengingat waktu mepet, akhirnya rem depan dibiarkan saja, sedangkan problem kedua adalah oli yang terus menetes akibat drat baut oli sudah doll, jika dibiarkan berpotensi mesin kehabisan oli di jalan, akhirnya awansan memutuskan untuk ganti oli sekalian sekaligus baut tap olinya disumpal alumunium tipis supaya dratnya bisa kencang kembali, dan alhamdulillah berhasil, jadi aman buat jalan tanpa takut kehabisan oli. karena antri dan hujan awansan baru bisa meninggalkan bengkel sekitar pukul 15.30

Kelar urusan bengkel, lanjut gass ke Temanggung via jalan Magelang, dan disini problem kembali muncul karena tenaga motor seperti tercekik, dan mesin kerasa sangat panas meskipun dalam kondisi hujan, well apadaya motorpun dijalankan pelan pelan sambil berharap motor tidak macet tengah jalan, sempat beberapa kali berhenti untuk mendinginkan mesin dan alhamdulilah sekitar pukul 18.30 akhirnya awansan finish di Kota Temanggung, lega rasanya sampai rumah juga meskipun habis itu langsung kerokan hahaha, well cukup sekian cerita touring kali ini, thanks for reading and see you next time ๐Ÿ˜€ .

Touring Semarang – Temanggung Via Perkebunan Kalipat, Pemandangannya Juoss

awansan.com – Sobat bikers, semenjak pindah kerja ke Kota Semarang awansan jadi rutin touring Semarang – Temanggung tiap minggunya, istilah gaulnya ya kaum PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) :v , Salah satu jalur yang biasa awansan gunakan untuk bolak balik adalah Semarang – Temanggung adalah via Kalipat, meskipun agak jauh karena memutar lewat Kabupaten Kendal , pemandangan disini sangat amazing, dan medan jalannya juga sangat cocok untuk bikers – bikers berjiwa petualang karena melewati perbukitan dan lembah yang memisahkan antara Kendal dan Temanggung.

Seperti biasa awansan berangkat dari Semarang setelah jam pulang kantor sekitar pukul 16.00 , dari Simpanglima langsung lurus ke atas menuju Kota Ungaran, kemudian belok kanan ke Gunungpati, kondisi jalan di jalur ini mulai berkelok naik turun, namun beruntung jalannya sudah lebar dan halus, jalan baru kembali rata ketika memasuki Kota Boja.

Selepas Kota Boja jalan cenderung makin sepi, namun disni pulalah kita mulai disuguhi pemandangan indah, yang awalnya persawahan berganti menjadi perkebunan, mulai dari kebun jati, kebun karet hingga kebun tebu, semuanya milik Afdelling Kalipat, salah satu perbunan tua yang sudah ada sejak zaman belanda.

Dengan luas ratusan Hektar maka tak heran jalan yg melewati perkebunan ini cukup panjang, salah satu pemandangan favorit awansan di Afdelling Kalipat adalah jalannan sejuk yg menembus perkebunan karet, dan juga senja di pinggir kebun tebu

Selepas Kebun tebu, jalan mulai turun curam ke arah jembatan perbatasan Kendal – Temanggung, dengan panjang turunan sekitar 2 km tentunya kendaraan dituntut punya pengereman yg prima. Namun semua hal ini dikompensasi dengan pemandangan yang indah di sebelah kiri jalan, karena terlihat semua perbukitan yang memisahkan antara Kabupaten Kendal dan Temanggung.

Begitu melewati Jembatan Perbatasan kontur jalan pun kemudian berubah 180 derajat dari sebelumnya, karena kita bakal disuguhkan tanjakan tanjakan panjang dan curam, pantes aja nggak ada kendaraan besar yang berani lewat sini, lha tanjakan nya kayak gini 😂.

Slow but sure tanjakan ini terlewati juga oleh awansan, meskipun harus pakai gigi 1, sampai puncak tanjakan awansan sempatkan blusuk dikit ke bahu jalan dan surprise dapat bonus pemandangan yang aduhai, disini awansan berhenti cukup lama buat dinginin mesin sambil menikmati pemandangan.

Setelah cukup dingin, awansan pun melanjutkan perjalanan dan Alhamdulillah pukul 18.00 sampai rumah dengan selamat di rumah Bejen Temanggung.

Menyiapkan Liburan Akhir Tahun Ke Dieng

Golden Sunrise di Dieng

awansan.com – Dear pembaca semua, liburan akhir tahunย  merupakan salah satu liburan yang paling ditunggu oleh masyarakat Indonesia karena waktunya yang cukup panjang,ย Bagi pekerja kantoran sih libur tahun baru biasanya dimulai sejak Natal 25 Desember kemudian dilanjut cuti sampai akhir Desember ๐Ÿ˜† , nah yang paling enak nih adalah siswa sekolah, karena liburakhir tahun bertepatan dengan libur semester sekolah #mantabh #banget .

(more…)

Touring Jarak Pendek ke Embung Kledung Temanggung

 

awansan.com – Assalaamualaikum dear pembaca semua, setelah sekian lama libur touring motoran akhirnya weekend kemarin awansan berkesempatan touring lagi, meskipun secara jarak hanya touring jarak yang penting tetep bahagia ๐Ÿ˜.

Tujuan awansan kali ini adalah Embung Kledung yang terletak di perbatasan Temanggung dan Wonosobo, FYI embung ini diapit oleh dua gunung yaitu Sumbing dan Sindoro yang pastinya menawarkan pemandangan yang ajiiib banget, oh ya dalam tuirng kali ini awansan didampingi istri karena sebetulnya dia yang ngebet pengen kesana ๐Ÿ˜† .

Kabut di Daerah Kedu

(more…)

Touring Tipis Tipis Ke Embung Kledung Temanggung

Kabut di Daerah Kedu

ย 
awansan.com – Sobat bikers, setelah sekian lama libur touring motoran akhirnya weekend kemarin awansan berkesempatan touring lagi, meskipun secara jarak hanya touring jarak dekat tapi yang penting tetep bahagia 😁.

Tujuan awansan kali ini adalah Embung Kledung yang terletak di perbatasan Temanggung dan Wonosobo, FYI embung ini diapit oleh dua gunung yaitu Sumbing dan Sindoro yang pastinya menawarkan pemandangan yang ajiiib banget, oh ya dalam turing kali ini awansan didampingi istri karena sebetulnya dia yang ngebet pengen kesana ๐Ÿ˜† .

(more…)

Mengobati Kerinduan, Touring Bismania Dari Jakarta ke Jogja Bersama PO Ramayana

awansan.com – Setelah sekian lama tidak touring ngebis, Alhamdulillah pada libur lebaran kali ini awansan berkesempatan untuk touring jarak jauh lagi, pada rute kali ini sebetulnya awansan sudah mengincar armada Po Putera Mulya , namun ternyata malah sudah dibelikan tiket Po Ramayana oleh pakde awansan, ya sudah nikmatin aja toh tiket gratis juga hehehe.

Bagi awansan sih  yang penting touring apapun bisnya ๐Ÿ˜€ , setahu awansan Bus Ramayana juga cukup recomended kok, sekalian nistalgia karena dulu tahun 2000an juga pernah naik bus ini untuk rute Jogja -Jakarta PP

Kamis, 28 Juni 2018

Semenjak pagi awansan sudah nggak konsen di rumah, penasaran nanti dapat armada apa dan seat berapa karena tiket dibelikan pakde, pukul 14.00 kita sudah standby di agen Pal Depok, info dari agen bus akan berangkat jam 14.15, dag dig dug nungguin dan akhirnya pukul 14.30 bus yang ditunggu datang juga, molor 30 menit dari jadwal .

Dari kejauhan nampak sesosok Ramayana mendekat, Alhamdulillah dapat Armada Ramayana Seri D berbody Morodadi Prima, bagi yang belum tahu Ramayana seri D ini mempunyai trayek Bogor – Kp Rambutan – Jogja, kapasitas 40 seat + selimut, bus ini juga  dilengkapi dengan fasilitas toilet, harga tiketnya juga  cukup murah cukup 150k saja, dan surprisenya lagi ternyata awb dan istri mendapat hotseat di depan, josss tenan.

Jalanan Kota Depok

Dari Pal Depok bus pun kemudian putar arah ke Tol JORR, dengan kondisi jalan jalan sore itu cukup ramai lancar, karena tidak ada penumpang yang masuk dari terminal Kp Rambutan jadinya Ramayana ini  langsung bablas terus.

Sedikit melirik ke kokpit dan nampaklah setir tampah khas Mercy lawas entah tipe king/cooler , dan memang inilah chasis yang awansan rindukan, empuknya chasis Mercy lawas berpadu dengan body Morodadi Prima, pandangan luas ke depan tanpa terhalang topi – topian, shock empuk body anteb, well sungguh suatu perpaduan yang sempurna, Keunggulan lain dari body lawas seperti ini seatnya masih menggunakan cover beludru yang menurut awansan lebih nyaman daripada cover kekinian, bahan beludru ini rasanya adem buat didudukin selama perjalanan jauh.

Oleh sopir pinggir bus dijalankan dengan woles sepanjang jalan Tol JORR, harap maklum Ramayana menganut sistem solar jatah yang membuat sopir tidak bisa menginjak gas semaunya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚, beda dengan Po Lain yang solar corr, bagi awansan sih tak masalah karena malah bisa menikmati perjalanan, kalau kenceng kenceng ntar sampai jogja malah kepagian ๐Ÿ˜† , Sempat juga iring iringan dengan Po Raya yang sama sama setia pakai chasis mercy lawas, sesama simbah simbah emang akur wkwkkw. 

iring iringan dengan Raya

Ketika memasuki daerah Cikarang, jalan mulai macet karena barengan dengan jam pulang kantor, Bus juga sempat berhenti di agen pom bensin Cikarang untuk menaikkan beberapa penumpang lagi, Bus kembali masuk ke Toll dan langsung disambut kemacetan, mau gimana lagi nikmatin ajaaa kemacetannya ๐Ÿ˜† . 

Macet di Tol JORR

Lepas dari kemacetan bus kembali dipacu santai sepanjang Tol Cipali, sempat bertemu dengan banyak bus bus artis yang selama ini hanya lihat di Youtube seperti Setia Negara Alfarruq, Lorena Double Decker, Harapan Jaya Double Decker dll. 

Pukul 20.00 akhirnya bus tiba di RM Kedung Roso Brebes untuk istirahat pertama dan service makan,  disana juga sudah parkir Ramayana Seri E (Executive) yang juga bertujuan Jogja.

Armada Ramayana di RM Kedungroso

Karena ini kelas patas maka makan bayar sendiri, meskipun agak mahal tapi gpp daripada kelaparan selama perjalanan, awansan cuman ambil nasi dan sayur habis 23.000 , tak lupa sekalian jamak sholat Maghrib dan Isyak di Masjid rumah makan.

Bus kembali diberangkatan pada pukul 20.30 oleh sopir utama, dari penampilannya sih ini sopir senior ๐Ÿ˜ terlihat dari penampilannya yang rapi dengan  baju dimasukkan celana dan topi merah, baru beberapa menit jalan eh kernet dan sopir pinggir mundur ke kandang macan, ya udah awansan maju aja ke kursi CD untuk menikmati jalan sekaligus nemenin pak sopir.

Di tangan sopir kedua ini baru mulai keluar tabiat aslinya bus Ramayana, dimana bus dijalankan cukup kencang namun tetap nyaman, pembawaan sopirnya aluss khas sopir senior. Bus dijalankan dengan kecepatan konstan dan jarang menginjak rem, Selalu menjaga jarak dengan kendaraan di depan, tidak terlalu mosak masik tapi pintar mencari celah kosong..

Take Off dari RM Kedungroso

Dari obrolan sopir baru ketahuan jika bus ini menggunakan chasis Mercy OH 1518 King langsiran 1997, meskipun chasis tua, tetapi dengan cerdiknya sopir ini berhasil menempel bus bus kencang nan mosak masik seperti Po Haryanto dan Sudiro Tungga Jaya yang menggunakan chasis bus Jauh lebih muda dan bertenaga, bahkan bus tua ini berhasil beberapa kali mencentang bus bus tersebut.

Urusan top speed dan akselerasi memang tidak imbang, tetapi disinilah pengalaman yang berbicara, dimana sopir sudah menyatu dengan bus sehingga sudah tahu celah yang bisa dimanfaatkan, dan juga batas kemampuan bus yang dibawa.

Sopir juga bercerita banyak ttg pengalaman beliau yang juga pernah menjadi driver Ramayana line Sumatra, tentang teknik menyetir bus agar penumpang nyaman dan juga ttg karakteristik chasis bus Mercy dan Hino, bahkan memberikan rekomendasi armada – armada bus yang banter.

Pertarungan masih terus berlanjut hingga akhirnya bus berhenti untuk istirahat kedua di gringsing, disini awansan sempatkan keluar sebentar untuk sedikit meregangkan badan dan memotret bus yang saat itu sedang istirahat bersama, setelah istirahat kedua  sopir utama kembali undur diri, kemudi pun kembali ke sopir pinggir.

Istirahat di Gringsing

Pukul 23.30 bus kembali diberangkatkan, berpisah dengan teman temannya seri lain yang bablas via Semarang, armada ini melewati jalur Weleri – Sukorejo yang terkenal dengan medan ekstrimnya karena jalur ini penuh dengan tanjakan panjang dan tikungan tajam, awansan sangat menikmati jalur ini, mendengarkan raungan mesin dan juga melihat kepiawaian sopir dalam melahap semua tikungan curam yang ada. Meskipun di beberapa tanjakan harus memakai gigi 1 dan 2, pelan tapi pasti Ramayana tua ini berhasil menaklukan semua medan di rute tersebut.

Pukul 01.00 bus sempat berhenti di Bejen untuk menurunkan penumpang, dan bus kembali dihadapkan dengan medan Tanjakan panjang di Rujak Asem kemudian menyusul juga tikungan tikungan maut hingga daerah Muntung. Selanjutnya jalan cenderung lurus lurus saja hingga ke Jogja.

Dan akhirnya pada pukul 03. 30 bus memasuki terminal Giwangan Yogyakarta, awansan kemudian segera ke masjid untuk istirahat sambil nunggu jemputan, mantaaap lah meskipun armada tua tapi bisa sampe Jogja pagi begini, padahal jalannya kehitung woless lhoo, kalau kenceng bukan tidak mungkin masuk Jogja jam 2- 3 pagi . dengan begitu maka berakhirlah touring kali ini ๐Ÿ˜, thanks for reading and see you next time ๐Ÿ˜ .

Riding Santai Blusukan Ke Pedalaman Temanggung

Assalaamualaikum bro sist, libur tlah usai saatnya kita kembali ke dunia nyata ๐Ÿ˜€ , bagi awb rasanya berat sekali meninggalkan rumah orang tua tercinta, tapi sebagai kepala keluarga tentunya awb mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi nafkah keluarga. FYI rumah orang tua awb ada di daerah Bejen Temanggung yang berada di pojok Utara Kabupaten, sedangkan rumah awb ada di Kranggan yang terletak di pojok Selatan Kabupaten Temanggung.

Jika Biasanya awb selalu lewat jalan besar, via Ngadirejo – Parakan – Temanggung – Kranggan, maka kali ini awb lewat jalur pinggiran, blusukan lewat Kaliputih – Muncar – Gemawang – Malebo – Temanggung .. awb tertarik lewat jalur ini karena teringat kata kata bapak jika jalannya jelek dan banyak tanjakan panjang yang mengerikan, welll dasar suka berpetualang, awb justru tertantang melewati jalur ini ๐Ÿ˜† .

Berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 dan baru 3 km perjalanan kita langsung dihadapkan dengan tanjakan curam nan panjang di daerah kaliputih, tapi beruntung ternyata sekarang jalannya sudah di cor, jalan selanjutnya memang betul betul acakadul sepanjang sekitar 6 km, yang pake motor ceper dijamin jiper disini .

tetapi itu semua dikompensasi dengan pemndangan yang sangat indah, mengingat jalan ini membelah jalan perbukitan di perbatasan antara Kabupaten temanggung dan kabupaten kendal, lembah lembah terhampar indah dan dihiasi gunung dan bukit nan hijau, bahklan terlihat beberapa air terjun di lereng lereng bukit pinggir jalan,  sayang sekali awb tidak bisa banyak mendokumentasikan karena lebih berkonsentrasi melewati jalan yang ekstrim ini.

Tembus di daerah Muncar, hawa terasa semakin dingin, pemandangan muali berganti dengan banyaknya pohon cemara di sepanjang jalan, selain itu jalan disini juga terhitung muluss, bagi anda yang suka blusukan awb rekomendasikan daerah ini, karena ada banyak spot bagus untuk menikmati pemandangan yang super amazing ๐Ÿ˜€

Petualangan masih berlanjut, karena dari Muncar hingga Gemawang jalannya dipenuhi dengan tanjakan panjang, sedangkan pemandangan didominasi oleh pohon kopi, sudah bukan rahasia jika kecmatan Gemawang merupakan salah satu penghasil kopi terbaik di daerah Kabupaten Temanggung.. Sisa perjalanan dari Gemawang hingga Kranggan bisa dibilang jalannya sudah sangat baik, datar, lebar dan halusss .