Review

Review Oli Castrol Power 1 di Honda Blade 125

awansan.com – Sobat bikers, setelah berganti ganti merk oli akhirnya awansan nemu juga oli yang enak dipakai di Honda Blade 125 awansan, FYI menurut awansan sendiri, mesin Blade 125 ini cenderung panas, sepertinya karena ecu disetting lean untuk mengejar efisiensi bahan bakar, oleh karena itu butuh oli yang performanya stabil.

Awalnya awansan pakai oli bawaan AHASS seperti MPX dan SPX, namun terasa kurang nyaman bagi awansan, selain performa drop, ketika kondisi panas perpindahan gigi juga cenderung kasar, sampai akhirnya awansan nemu Oli Castrol di bengkel pinggiran Kota Temanggung.

Oli Castrol ini harganya cukup murah, cuman sekitar 38 – 40 k saja, namun ternyata performanya jempolan, dimana ketika mesin panas performa tidak terlalu drop dan perpindahan gigi juga masih cukup halus, nampaknya oli ini memang yang cocok untuk Honda Blade 125 awansan.

Review Ban Aspira Premio Sportivo di Honda Blade 125 FI , Highly Recomended !!!

Ban Aspira Premio

awansan.com – Sobat bikers , tak terasa sudah satu setengah tahun lebih ban Aspira Premio Sportivo terpasang di Roda Belakang si Blade, dan entah sudah berapa puluh ribu kilometer jalan yang ditempuh sejak Bulan November 2018 hingga Juni 2020, yang jelas ban hasil kerjasama Aspira dan Pirelli ini performanya melebihi ekspektasi awansan.

Daya cengkeram ban di jalan aspal sangat baik, rasanya jauh lebih lengket dari ban federal bawaan, jadi makin yakin aja kalau mau cornering, pun ketika turun hujan ban ini masih mempunyai grip yg baik

Performa di Jalan Offroad juga tak kalah ciamik untuk ukuran ban kembangan on road, bahkan awansan pernah beberapa kali iseng nyobain menembus beberapa medan licin, percobaan pertama si Blade awansan ajak menyusuri jalan batu makadam yang bercampur tanah merah, semua pasti sudah mafhum betapa licinnya jalan makadam ketika basah, apalagi ditambah dengan tanah merah.

Hasilnya cukup mengejutkan karena si Blade ternyata bisa melenggang dengan aman di jalan, tanpa ada gejala ngesot yang berarti, padahal ketika pakai ban bawaan si Blade, motor sampai ngesot sana sini ketika lewat di jalan yg sama

Percobaan kedua, awansan bawa si Blade menyusuri jalan proyek yang masih pure tanah merah, jalan ini biasanya hanya dilewati oleh alat berat beroda rantai seperti back hoe/bulldozer, medan jalannya juga cukup curam, ketika awansan bawa turun tanjakan, ketar ketir juga saking licinnya, kalau nanti naiknya kepater di tengah tanjakan bakalan repot karena nggak ada yang nolongin :v .

Sampai di bawah tanjakan awansan segera putar balik ke atas, dan surprisee ternyata si Blade mampu menaklukkan tanjakan jalanan tanah tadi tanpa banyak selip.

Hal lain yang awansan suka adalah keawetan ban, biasanya kembangan ban belakang awansan hanya bertahan sekitar 1 tahun saja, tapi aspira premio ini sudah satu setengah tahun lebih, dan ban masih sangat tebal, perkiraan awansan masih berani untuk setahun kedepan.

Sebagai Perbandingan Ban depan IRC 69 yg umurnya selisih satu bulan dengan Aspira Premio Sportivo baru awal bulan kemarin awansan ganti karena sudah mulus, padahal ini ban belakang lho yaa yang seharusnya lebih cepat habis dibanding ban depan.

Ketahanan ban ini ketika daam kondisi kurang angin juga istimewa, sampai sampai awansan kadang sampai lupa ngecek tekanan ban, tak jarang saking lamanya nggak dicek, tekanan ban hanya tinggal 15 psi saja dan rasanya masih biasa aja wkwkwkw, kalau tinggal 9 psi baru kerasa agak geol geol buat boncengan. Well bagi awansan sih ban ini “Highly Recomended” . oke cukup sekian review aspira premio kali ini, semua subjektf pendapat awansan, thanks for reading and see you next time 😀 .

Review Ban Zeneos Turino di Yamaha Vixion

Sobat awansan, pertama meminang “Zeneos Turino” awansan sempat agak ragu dengan performa ban ini di jalanan aspal basah, mengingat kembangan ban nya yang memang semi offroad.

Namun setelah tiga bulan terpasang di motor, kekhawatiran tersebut sirna, karena ternyata “Zeneos Turino” mempunyai grip yang cukup baik di jalanan aspal basah , dibawa jalanan lurus masih anteng dibuat melibas tikungan juga anteng.

bahkan ketika harus ngerem mendadak dalam kondisi hujan, ban ini sangat minim slide, pun ketika harus melewati marka jalan atau aspal yang beda tinggi, motor tetap stabil, tidak goyang goyang seperti ketika memakai “Michelin Pilot Street” .

Sedangkan untuk jalanan semi offroad bisa dibilang performnya cukup excellent, kembangan ban semi offroadnya bisa memberikan traksi yang lebih baik daripada ban – ban biasa, tanah juga tidak mudah menempel ,tapi jangan dibandingkan dengan ban tahu ya , jelas beda performanya di medan offroad .

Overall awansan sangat puas dengan performa “Zeneos Turino” , buat blusukan oke, buat jalan aspal juga masih oke , dan yang jelas harganya terjangkau hehehe.

First Time Meet Yamaha Freego, Ternyata Gendud dan Lucu 😍

awansan.com – Dear pembaca semua setelah sekian lama cuman bisa mantengin online akhirnya awansan berkesempatan juga lihat skutik fenomenal Yamaha ini secara langsung, kebetulan tadi sore pas pulang jemput Istri ada stand Yamaha di dekat Giant Magelang, iseng tanya “Yamaha Freego” sudah ada belum mbak? Ehalah jebule sudah ready stock disitu.

Diluar dugaan mas bro, ternyata skutik ini gendut juga, awalnya awansan kira dimensinya masih seperti Xeon, tapi pas lihat langsung lha kok meh podo sama lexy, bahkan masih gemukan Freego. Kesan gemuk didapat dari dek depan yang menggembung dan terlihat tebal, serta bagian buritan yang melebar.

Sedangkan kesan lucunya didapat dari ukuran ring ban yang cuman 12 inch, tapi meskipun 12 inch ban ini terlihat sangat gendut karena ukurannya yang lebar, well secara tampilan motor ini emang gemesin banget buat dimiliki 😆

Jok Yamaha Freego juga sangat tebal dan lebar sehingga nyaman ketika diduduki, nah mumpung ada barangnya nih awansan sekalian jajalin 2 fitur fenomenal dari skutik ini yaitu bagasi super luas berkapasitas 28 liter ,smart front refuel dan charger hp, cen motor iki jos tenan, istri awansan yang notabene bukan penggemar otomotif pun ternyata juga jatuh hati dengan matic ini, sayangnya ketika awansan nyuruh cobain, ternyata kedua kakinya jinjit mas brooo 😆 .

Review Ban Motor Federal , Ternyata Tangguh Juga

awansan.com – Sobat awansan, ketika pertama kali Ban Federal keluar, awansan sempat memandang sebelah mata, karena selama ini Federal kan merk spare part kok tiba bikin ban juga, mana dijadiin Ban OEM lagi untuk setiap motor baru Honda.

Namun seiring berjalannya waktu, ternyata penilaian awansan salah, karena ban Federal ini cukup tangguh juga, berbicara soal grip sih awansan anggap biasa, sama dengan ban biasa lain seperti IRC. (more…)

Review Ban Aspira Premio di Medan Jalan Licin

awansan.com – Dear pembaca semua, setelah terpasang beberapa waktu, awb mulai gatel untuk review ban aspira premio yang sudah terpasang di motor awb.

Kebetulan nih daerah awb diguyur hujan dari siang sampai sore, jadi banyak medan medan licin yang cakep buat ngereview ban ini.

Percobaan pertama awb bawa si Blade menyusuri sawah, jalannya masih berupa batu makadam yang bercampur tanah merah, semua pasti sudah mafhum betapa licinnya jalan makadam ketika basah, apalagi ditambah dengan tanah merah. (more…)

Penyakit Ban Motor FDR, Hamil !!!

awansan.com – Dear pembaca sekalian, bukan bermaksud untuk black campaign, awansan membuat artikel ini cuman unek saja sebagai riders motor.

Ngomongin ban FDR nih, sebetulnya ban ini enak, empuk dan gigit di aspal, tapi dibalik semua kelebihan tersebut tersimpan satu kekurangan yang amat fatal, karena ban ini sering mendapat kasus hamil/benjol tidak rata, padahal alur ban masih tebal.

Awansan sendiri sudah menjumpai kasus ini sejak bertahun tahun lalu, dan ternyata penyakit ini masih ada di ban fdr hingga sekarang,

Salah satunya menimpa ban depan di motor teman awansan, bisa dilihat dengan jelas bahwa permukaan ban benjol tidak rata, dengan bagian yang benjol parah kebanyakan terletak di samping alur ban

Karena penyakit ini jugalah sampai sekarang awansan enggan menggunakan merk FDR, sayang jika suatu saat ban masih tebal tapi sudah melendung.

Adakah pembaca semua yang pernah mengalami kasus yang sama ? , atau bisa menjelaskan secara teknis tentang fenomena ini, yuk sharing di kolom komentar