bus

Trans Jateng Kutoarjo Borobudur Diresmikan , Tarifnya Super Murah

awansan.com – Kabar gembira bagi masyarakat Purworejo dan sekitarnya, karena pada hari Selasa (1/9) Pemprov Jawa Tengah akhirnya meluncurkan Bus Trans Jateng rute Purworejo – Magelang. Layanan Bus Trans Jateng ini merupakan bentuk dukungan Pemprov Jateng untuk menunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur yang merupakan destinasi utama pariwisata Jawa Tengah.

Untuk menunjang kenyamanan penumpang, BRT Trans Kutoarjo – Borobudur menggunakan 14 unit armada medium bus berkapasitas 33 penumpang, yang sudah dilengkapi ac dan kursi untuk difabel, dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari stasiun Kutoarjo hingga terminal Borobudur dan sebaliknya, BRT Trans Kutoarjo – Borobudur mempunyai tarif tarif yang sangat terjangkau, yaitu hanya Rp 4.000 untuk penumpang umum dan Rp 2.000 untuk pelajar, pekerja, dan veteran dengan menunjukkan kartu anggota.

Untuk bus yang berangkat dari Terminal Kutoarjo akan melintasi Stasiun Kutoarjo – Terminal C Purworejo – Pasar Kutoarjo – Pasar Desa Bandungrejo – AKPER Purworejo – Gor Sarwo Edhi Wibowo – Simpang 4 Perum Sucen – Pondok Pesantren An Nawawi – Plaza Purworejo – Pertigaan Maron – SMPN 19 Purworejo – Desa Jati – Pasar Margoyoso – Pertigaan Sekar Panjang – Pasar Krasak – SMK Muhammadiyah Salaman – Polsek Salaman – SMP N 1 Salaman – Taman Reptile Rescue Borobudur – Balkondes Saka Pitu – TK PGRI Puspita – Perempatan Koramil (BBC) -Terminal Borobudur.

Sedangkan pemberangkatan dari Terminal Borobudur akan melewati Perempatan Koramil (BBC) TK PGRI Puspita – Balkondes Saka Pitu – Taman Reptile Rescue Borobudur – SMPN 1 Salaman -Polsek Salaman – SMK Muhammadiyah Salaman – Pasar Krasak – Pertigaan Sekar Panjang -Pasar Margoyoso – Desa Jati – SMPN 19 Purworejo – Pertigaan Maron – Plaza Purworejo – Pondok Pesantren An Nawawi – Simpang 4 Perum Sucen – Gor Sarwo Edhi Wibowo – AKPER Purworejo – Pasar Desa Bandungrejo – Alun alun Kutoarjo – Stasiun Kutoarjo.

Cafe On The Bus , Strategi Bertahan Bus Pariwisata di Era Pandemi

awansan.com – Tak bisa dipungkiri adanya pandemi Covid19 membuat segmen pariwisata di Indonesia terpukul, tak terkecuali pengusaha bus pariwisata yang kini harus memutar otak agar bisa bertahan di era pandemi karena mandeknya trip wisata.

Untuk menggeliatkan kembali dunia wisata, kini beberapa perusahaan bus pariwisata ber inovasi membuka layanan cafe on the bus, dimana kita bisa menikmati hidangan ringan seperti kopi dan cemilan sambil city tour menikmati kota, menggunakan bus pariwisata premium yang sudah dimodifikasi layaknya cafe, sehingga penumpang bisa lebih nyaman selama perjalanan.

Untuk saat ini cafe on the bus baru tersedia di kota – kota utama tujuan wisata seperti Malang, Wonosobo, Solo dan Yogyakarta dengan tarif rata rata Rp 50.000 untuk durasi satu jam city tour, beberapa perusahaan bus pariwisata yang busnya digunakan sebagai cafe on the bus adalah, Juragan 99 Trans (Malang), 27 Trans (Malang), Mata Trans (Solo), Duane Putra (Wonosobo), Bimo (Yogyakarta) dan Rejeki Transport (Yogyakarta)

Bus Toyota Buaya , Bus Normal Control Terakhir dari Toyota

awansan.com – Bus berchasis “Toyota” mungkin tidak terlalu populer di kalangan para pemerhati bis di masa kini, padahal sebetulnya Toyota mempunyai sejarah yang cukup panjang di dunia perbusan di Indonesia meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Bus Toyota Buaya muncul seiring populernya Truk Toyota di Indonesia, terutama Truk Toyota Buaya (DA 110) yang memang cukup banyak beredar di dekade 70 – 80an, dan memang sudah jamak pada zaman itu kalau chasis truck kemdudian banyak yang dikaroseri menjadi bus. Berbeda dengan versi truck yang dilengkapi kabin lengkap, Bus Toyota Buaya hanya berupa Chasis + Cowl depan saja seperti pada arsip di bawah ini, chasis dan cowl kemudian dibangun oleh Karoseri menjadi sebuah bentuk bus utuh.

Sama seperti tuk dan bus lain yang beredar di tahun 60 – 70an, Toyota Buaya masih meggunakan model normal control (berbonnet) layaknya bus – bus Amerika seperti Dodge, Chevrolet dan Fargo.

Chasis Toyota Buaya (Dok OBL)

Bus Toyota Buaya menggunakan mesin Diesel Seri D , dengan konfigurasi Inline 6 silinder berkapasitas 6494 cc, mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal cukup besar hingga 130 ps (DA100) dan kemudian bertambah menjadi 140 ps (DA110 dan DA110H), keunggulan lain adalah sistem pembakaran indirect Injection, sehingga tidak terlalu peka dengan kualitas solar, Tenaga dari mesin kemudian diteruskan ke gardan via transmisi manual 5 percepatan.

Untuk ukuran chasis, sebetulnya bus Toyota Buaya ini berukuran lebih besar dari medium bus yang beredar dsaar ini, dengan wheelbase 4.1m yg saat itu bersaing dengan Isuzu TX, Nissan U780, dan Mercedes LP911 yg sama – sama memiliki format bodi normal control dgn wheelbase yg seukuran.

Sampai akhir masa produksinya, hanya beberapa po swasta yang pernah menggunakan bus chasis ini salah satunya adalah Po Safari Dharma Raya (OBL) , Pengguna terbanyak bus Toyota Buaya justru pemerintah yang saat itu banyak membagikan Bus Toyota Buaya ke berbagai Instansi, Kementrian, Institusi Pendidikan dan Perusahaan – Perusahaan Negara seperti PTPN, PLN, Pabrik Pupuk, Pabrik Gula dll.

Dan hebatnya lagi disaat banyak bus berbonet lain sudah banyak menghilang pada tahun 80an, Bus Toyota Buaya justru banyak yang masih aktif beroperasi hingga tahun 2000an, bahkan untuk versi truknya masih ada yang aktif hingga kini di beberapa pelabuhan dan pertambangan rakyat.

Bus Toyota Buaya (dok arfah af)

Tonggak Sejarah Penjualan Bharat Benz di Dunia

awansan.com – Daimler India Commercial Vehicles (DICV) baru baru ini telah mencapai tonggak sejarah penjualan pada periode kuarter pertama 2020. Hanya dalam waktu delapan tahun sejak mulai masa produksinya brand Bharat Benz telah berhasil menjual lebih dari 100,000 unit medium and heavy-duty truck di pasar domestik India, tidak hanya truk saja Bharat Benz juga berhasil menjual hingga 4500 bus untuk pasar domestik.

DICV merayakan pencapaian pentingnya di pasar ekspor. dimana sejak tahun 2012 telah berhasil mengekspor hingga 30,000 unit kendaraan dengan merk  BharatBenzMercedes-Benz, Freightliner dan FUSO ke lebih dari 50 negara di seluruh dunia termasuk Indonesia, beberapa produk Bharat Benz yang dijual di Indonesia adalah Fuso FJ Series, Mercedes Benz Axor series, dan juga Mercedes OF 917 Bus Chasis. Selain memproduksi kendaraan utuh DICV juga telah menyalurkan 130 juta part ke jaringan produksi pabrik Daimler Trucks sejak 2014.

Tembus Pasar Eropa , BYD Suplai 15 Unit Bus Elektrik ke Kota Madrid

awansan.com – Sebagai produsen Bus Elektrik terkemuka di Dunia, BYD seakan menunjukkan eksitensinya dengan memasok bus elektrik ke berbagai negara di dunia bahkan hingga menembus pasar Eropa yang selama ini menjadi kiblat bagi industri bus dunia.

Baru baru ini BYD telah mengirimkan 15 unit Bus Elektriknya untuk perusahaan EMT Madrid, perusahaan penyedia transportasi terbesar di Spanyol yang mengoperasikan hingga 2100 kendaraan. Bus yang dikirim ke Madrid adalah BYD tipe terbaru dengan penggerak 100% elektrik sehingga emisinya bisa ditekan sekecil mungkin, nantinya bus elektrik ini akan digunakan oleh EMT Madrid untuk rute 52 yang menghubungkan antara Puerta del Sol dan Santamarca.

Lebih Dekat dengan Volvo B8R , Penerus Volvo B7R di Indonesia

awansan.com – Sebagai salah satu pabrikan yang sudah cukup lama eksis di Indonesia, nampaknya tahun ini memang menjadi tahun kebangkitan Volvo, apalagi pasca diborongnya ratusan unit chasis premium mereka “Volvo B11R” oleh salah satu operator transjakarta, dan kemudian menyusul oleh berbagai operator bus antar kota seperti Po Gunung Harta, Po Rosalia Indah, Po Borlindo dan Po Sempati Star, Volvo seakan menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu produsen bus premium terkemuka di Indonesia.

Namun dibalik hiruk pikuknya pemneritaan tentang Volvo B11R, nampaknya ada produk Volvo yang kemudian terlupa oleh publik, padahal produk ini juga dilaunching bebarengan dengan Volvo B11R pada ajang Busworld 2019 awal tahun ini, yap inilah “Volvo B8R” generasi terbaru dari Volvo B7R yang dulu sempat eksis dan ngetren di Indonesia.

(more…)

Volvo Bus Meluncurkan Volvo B11R dan Volvo B8R Untuk Pasar Indonesia

Volvo B11R pada pameran Busworld 2019 (jawapos)

Pada tanggal 20 Maret di acara khusus yaitu Busworld South East Asia Exhibition 2019 Jakarta, Volvo Bus secara resmi meluncurkan sasis Volvo B11R dan Volvo B8R ternama dunia bagi pasar bus di Indonesia.

“Indonesia adalah pasar yang sangat besar dan modern untuk bus. Ini membawa peluang signifikan bagi operator bus dan produsen bus untuk mendukung kemajuan transportasi darat melalui bus yang berkualitas tinggi, aman, dan ramah lingkungan. Melalui rekam jejak yang telah terbukti selama lebih dari 90 tahun, Volvo Bus sangatlah ideal untuk memenuhi tuntutan operator dan penumpang bus.

(more…)