Trip Report

Trip Report Jogja – Bogor bersama Po Pahala Kencana, Woles Suoss Perpal

Pahala Kencana Jogja – Bogor

awansan.com – Masih di momen liburan Nataru kemarin, alhamdulillah awansan kembali berkesempatan untuk ngebis jarak jauh, tujuan awansan kali ini adalah silaturahmi ke salah satu kawan yang tinggal di Bogor, tiket baru awansan beli H-1 keberangkatan setelah awansan dapat kejelasan libur kerja, untuk trip kali ini ada beberapa kriteria bus yang awansan incar yaitu bus tidak bertopi, lewat jalur selatan dan harga tiket terjangkau πŸ˜€ .

(more…)

Trip Report Magelang – Jogja PP Bersama Po Sumber Waras (Medium Bus)

awansan.com – Trayek Jogja – Magelang – Semarang pernah menjadi salah satu trayek tergemuk di area Jawa Tengah – DIY , di kelas bumel puluhan po pun pernah bersaing di jalur ini dengan interval yang sangat rapat hanya 3 menitan, bisa dibayangkan betapa gemuk jalur ini pada waktu itu, mungkin sama gemuknya dengan Jalur Solo – Semarang yang juga legendaris.

Namun kini seiring berjalannya waktu penumpang bus bumel mulai sepi dan banyak penumpang beralih ke bus patas, po bus yang bermain di kelas bumel pun bertumbangan satu persatu hingga hanya menyisakan beberapa po saja yang mampu bertahan dengan Sumber Waras Group sebagai pemain utama, rendahnya tingkat okupansi juga memicu terjadinya pergeseran tren armada, dimana armada big bus perlahan digeser oleh armada medium bus yang lebih efisien dan sesuai dengan okupansi penumpangnya.

(more…)

Nyobain Po Gunung Harta , Pemain baru di Lintas Jogja – Jakarta Via Temanggung

Po Gunung Harta , Jurusan Jkt – Jogja via Temanggung

awansan.com – Sobat bismania, touring kali ini betul betul istimewa, karena selain bisa menyelesaikan urusan di Jakarta dengan lancar, alhamdulillah awansan juga bisa kopdar silaturahmi dengan om Joe salah, satu komentator di blog ini, dan dari obrolan ringan semalaman dengan beliau awansan dapat banyak ilmu yang berharga, awansan ucapkan terima kasih banyak dan semoga silaturahmi ini bisa selalu terjaga.

(more…)

Trip Report Temanggung – Jakarta bersama Po Safari Dharma Raya

Garasi Po Safari Dharma Raya

awansan.com – Bro sis sekalian, tak henti hentinya awansan ucapkan syukur kepada Allah SWT, karena ditengah kesibukan ini masih diberi kesempatan untuk touring ngebis lagi ke Jakarta, kebetulan ada beberapa urusan urgent yang harus segera ditangani di ibukota, excited banget rasanya mengingat touring jarak jauh awansan terakhir sudah hampir setahun lalu haha.

(more…)

Ke Jakarta Bersama Ramayana Seri H, Pelan Pelan Menghanyutkan

Ramayana Seri H . Dok pribadi

awansan.com – Pembaca yang budiman, setelah cukup lama vakum touring jarak jauh, Alhamdulillah kali ini awansan kembali diberi kesempatan ngaspal naik si tayo, ngaspal kali ini dalam rangka menghadiri undangan dari United Tractor, ATPM Scania di Indonesia . Nah karena awansan ada di Temanggung maka untuk kesana mesti ngebis dulu hahaha.

Rencana awal sih awansan bakal naik Po Handoyo dari Temanggung kemudian langsung turun Pulogebang, lanjut naik busway ke United Tractor Cakung , namun ternyata para jurnalis yang hari itu liputan, bakal berangkat bareng dari pancoran, ya sudah akhirnya awansan putuskan ke depok dulu saja, karena di sana awansan punya teman dan saudara yang bisa digunakan untuk transit, baru lanjut ke pancoran untuk berangkat bareng ke United Tractor.

Sabtu , 30 Maret 2019
Dan perburuan tiket pun dimulai, sore itu awansan ke Teminal Secang buat lihat – lihat harga tiket, sekaligus ngajak istri jalan jalan, biasa kalau mau ditinggal jauh mesti minta jalan – jalan dulu. Muter muter dulu lihat bus kemudian baru tanya – tanya ke agen, Ketika sampai loket Ramayana iseng tanya hotseat masih ada atau nggak buat tanggal 1 April, Alhamdulillah masih ada hotseat no 4, langsung awansan dp buat amankan kursinya.

Senin, 1 April 2019
Hari yang ditungu – tunggu pun tiba, setelah jam ngajar selesai, awansan langsung siap – siap, sholat ashar kemudian bablas ke terminal secang naik bus Cebong Jaya, dasar jam mepet bus nya pun nebut nggak karuan, walhasil jam 16.00 awansan sudah sampai di termi8nal Secang.

Celingak – celinguk armada yang dinanti masih belum ada, baru ada gerombolan Murni Jaya yang ssat itu memang betul betul memenuhi Terminal Secang, mumpung masih ada waktu, awansan manfaatkan untuk charge hp di agen Ramayana.

Murni Jaya . Dok Pribadi
Duo Handoyo . Dok Pribadi

Setelah Murni Jaya berlalu,kini giliran gerombolan Handoyo yang memenuhi Terminal Secang, sebetulnya awansan ngincer armada yang kuning itu wkwkwk, tapi gpp lah, semoga besok lain kesempatan bisa ngicipin Handoyo.

40 menit menunggu akhirnya armada Ramayana pun tiba, oh ya awansan dapat armada Seri H ( Jogja – Bogor) degan harga tiket 170k (non service makan). FYI Ramayana seri H ini merupakan bus kelas VIP dengan Fasilitas : Seat 2 – 2 Total 34 Seat, Reclining seat, AC, Audio, Video, Toilet, Selimut, dan Snack 1x .

Pandangan Luas Tanpa Topi

Pertama melihat awansan kira bakal dapet chasis Mercy King seperti Ramayana Seri D yang kemarin awansan naiki, lha lambang mercy nya gede banget, tapi begitu masuk ternyata chasisnya Hino RK8, jiah Hino Berbulu Mercy ternyata πŸ˜† ,

Untuk bodynya sendiri, armada ini menggunakan model Ventura buatan Morodadi Prima, joss nih masih dapet body lawas yang nggak pakai topi topian, jadi sepanjang jalan bisa puas menikmati pemandangan, nggak sia sia beli tiket hotseat. Meskipun body lawas , namun rasanya masih sangat kokoh, khas morodadi prima, di jalanan sangat senyap mimim bunnyi glodakan atau gemradak seperti lazimnya body lawas.

Sayangnya karena dapat tempat di belakang sopir, legroomnya jadi sempit nggak bisa buat selonjoran, padahal baris kedua kebelakang legroomnya lega banget .

Jalur Secang – Ambarawa

Sekitar pukul 05.00 bus pun diberangkatkan dari Terminal Secang, dan seperti biasa bus ini minim aksi aksi menegangkan sepanjang jalanan, sepanjang trek Secang – Ambarawa yang berliku bus dijalankan dengan santai saja, seakan tidak dikejar waktu. Sayang banget potensi RK8 nya tidak dikeluarkan secara maksimal, sopir lebih memilih bermain di rpm aman, yang awansan salut adalah pernya yang empuk dan tidak ada suara kriyet kriyet, padahal ini masih pakai leafspring lho πŸ˜€ .

Di Ambarawa bus sempat masuk terminal untuk memasukkan beberapa penumpang tambahan, okupansi penumpang saat itu cukup baik , terlihat sekitar 75% kursi penumpang terisi , perjalanan pun berlanjut via kota Ambarawa menuju Bawen, tidak masuk terminal tapi langsung bablas ke GT Bawen.

Ngejoss di Tol

Masuk Tol Bawen mulai dah ketemu sama bus malam lain tujuan Jakarta, lumayan lah ada teman lari di tol, pedal gas pun mulai diinjak lebih dalam, terlihat di speedometer kecepatannya stabil di kisaran 80 – 100 km/j, tidak pernah lebih, karena ngantuk awansan tinggal tidur saja, dan bangun bangun sudah sampai RM Gerbang Elok Gringsing, waktu menunjukkan pukul 19.00 , yang berarti dari Terminal Secang hingga Gringsing ditempuh hanya dalam waktu dua jam saja.

Di Gerbang Elok bus berhenti cukup lama, awansan sempatkan buat sholat dan makan, berhubung tidak ada servis makan maka beli soto sendiri di RM ini, Harganya sih standar 15.000, porsinya tidak terlalu banyak tapi cukup lah buat ganjal perut sampai besok pagi, apalagi kondisi saat itu sedang hujan sehingga paling cocok memang makan yang berkuah panas dan pedas πŸ˜€ .

Barisan Ramayana di Gerbang Elok

Pukul 19.00 bus diberangkatkan kembali, perkiraan awal balik masuk tol ternyata tidak, pemanah muntilan ini malah bablas ke arah batang via tanjakan plelen lama, masih dengan style wolesnya , sampai sampai dibalap oleh rekan sekandang Ramayana E3 yang kemudian langsung menghilang tak kelihatan. Padahal E3 ini berangkat paling terakhir dari RM Gerbang Elok. Kapan kapan kalau ada duit kayaknya E3 ini perlu dicoba juga πŸ˜† .

Style mengemudi yang woles, ac yang dingin dingin dan perut kenyang membuat kantuk awansan tak tertahankan, sempat terbangun sebentar sudah masuk GT Palimanan, lirik speedometer masih setia dengan kec 100 km/j, pasrah saja deh ketika harus diasapi gerombolan bus muriaan seperti Haryanto, Nusantara, Bejeu dll.

Namun meskipun begitu ternyata bus ini masih mampu mengovertake beberapa unit Sinar Jaya, Dewi Sri, dan Murni Jaya .. Jiah kirain Ramayana udah paling lelet, ternyata ada yang lebih lelet lagi πŸ˜† .

Memasuki kawasan Cikarang, nampak kemacetan panjang sudah menanti, well efek proyek Tol Elevated ini memang dahsyat, pagi buta kayak gini aja macetnya panjang bener, dan Ramayana pun kemudian ikut berjibaku, dusel sana dusel sini agar bisa cepat lepas dari kemacetan.

Untungny sopir cepat tanggap, begitu masuk daerah Bekasi, bus langsung diarahkan keluar tol, kemudian mengambil jalur bawah Via Pekayon dan Jatiasih, keputusan yang tepat karena jalannya lancar jaya πŸ˜† , nampak di depan juga ada satu sinar jaya yang juga lewat jalur ini, kemudian dua bus ini konvoi bersama hingga kembali masuk toll Jor, sebetulnya awansan ingin turun di pal depok, tapi teryata bus sudah tidak boleh lewat pal lagi, akhirnya awansan memutuskan turun di Alfamidi Juanda .

Lihat jam ternyata masih pukul 03.00 pagi, kena macet aja sampai sini masih jam segini, nggak kebayang kalau lancar mungkin jam dua sudah nyampe, meskipun kerasa pelan tapi ternyata Ramayana Seri H ini cepet juga sampai di tujuan πŸ˜€ ,

dengan demikian maka berakhirlan touring kali ini, thanks for reading and see you next time πŸ˜€

Trip Report Magelang – Jakarta Bersama Ramayana Seri H, Pelan Pelan Menghanyutkan

Ramayana Seri H . Dok pribadi

awansan.com – Sobat bismania, tak henti- hentinya awansan sucapkan syukur kepada Allah SWT, karena kali ini awansan kembali diberi kesempatan ngaspal jarak jauh naik si tayo, ngaspal kali ini dalam rangka menghadiri undangan dari United Tractor, ATPM Scania di Indonesia . Nah karena awansan ada di Temanggung maka untuk kesana mesti ngebis dulu hahaha.

Rencana awal sih awansan bakal naik Po Handoyo dari Temanggung kemudian langsung turun Pulogebang, lanjut naik busway ke United Tractor Cakung, namun ternyata para jurnalis yang hari itu liputan, bakal berangkat bareng dari pancoran, ya sudah akhirnya awansan putuskan ke Depok dulu saja, karena di sana awansan punya teman dan saudara yang bisa digunakan untuk transit, baru lanjut ke pancoran untuk berangkat bareng para jurnalis lain ke United Tractor Cakung.

Sabtu , 30 Maret 2019
Dan perburuan tiket pun dimulai, sore itu awansan ke Teminal Secang Magelang buat lihat – lihat harga tiket dan sekaligus ngajak istri jalan jalan, biasa kalau mau ditinggal jauh mesti dia minta jalan – jalan dulu. Muter muter dulu lihat armada bus kemudian baru tanya – tanya ke agen, Ketika sampai loket Ramayana iseng tanya hotseat masih ada atau nggak buat tanggal 1 April, Alhamdulillah masih ada hotseat no 4/1D, langsung awansan dp buat amankan kursinya.

Senin, 1 April 2019
Hari yang ditungu – tunggu pun tiba, setelah jam ngajar selesai, awansan langsung bersiap berangkat, sholat ashar kemudian bablas ke terminal Secang Magelang naik bus Cebong Jaya, dasar jam mepet bus nya pun ngebut nggak karuan, walhasil jam 16.00 awansan sudah sampai di terminal Secang. Celingak – celinguk armada yang dinanti masih belum ada, baru ada gerombolan Murni Jaya yang saat itu memang betul betul memenuhi Terminal Secang, mumpung masih ada waktu, awansan manfaatkan untuk charge hp di agen Ramayana.

Murni Jaya . Dok Pribadi
Duo Handoyo . Dok Pribadi

Setelah Murni Jaya berlalu, kini giliran gerombolan Handoyo yang memenuhi Terminal Secang, sebetulnya awansan ngincer armada yang kuning itu wkwkwk, tapi gpp lah, semoga besok lain kesempatan bisa ngicipin Handoyo SE tersebut. Setelah 40 menit menunggu akhirnya armada armada yang dianti pun tiba, oh ya awansan dapat armada Ramayana Seri H (Jogja – Bogor) degan harga tiket 170k (non service makan). FYI Ramayana seri H ini merupakan bus kelas VIP dengan Fasilitas : Seat 2 – 2 Total 34 Seat, Reclining seat, AC, Audio, Video, Toilet, Selimut, dan Snack 1x .

Pandangan Luas Tanpa Topi

Pertama melihat awansan kira bakal dapet chasis Mercy King seperti Ramayana Seri D yang kemarin awansan naiki, lha lambang mercy nya gede banget, tapi begitu masuk ternyata chasisnya Hino RK8, jiah Hino Berbulu Mercy ternyata πŸ˜† .

Untuk bodynya sendiri, armada ini menggunakan model Ventura buatan Morodadi Prima, joss nih masih dapet body lawas yang nggak pakai topi topian, jadi sepanjang jalan bisa puas menikmati pemandangan, nggak sia sia beli tiket hotseat. Meskipun body lawas namun rasanya masih sangat kokoh, khas morodadi prima, di jalanan sangat senyap mimim bunnyi glodakan atau gemradak seperti lazimnya body lawas.

Sayangnya karena dapat tempat di belakang sopir, legroomnya jadi sempit nggak bisa buat selonjoran, padahal baris kedua kebelakang legroomnya lega banget .

Jalur Secang – Ambarawa

Sekitar pukul 05.00 bus pun diberangkatkan dari Terminal Secang, dan seperti biasa bus ini minim aksi aksi menegangkan sepanjang jalanan, sepanjang trek Secang – Ambarawa yang berliku bus dijalankan dengan santai saja, seakan tidak dikejar waktu. Sayang banget potensi RK8 nya tidak dikeluarkan secara maksimal, sopir lebih memilih bermain di rpm aman, yang awansan salut adalah pernya yang empuk dan tidak ada suara kriyet kriyet, padahal ini masih pakai leafspring/per daun lho πŸ˜€ .

Di Ambarawa bus sempat masuk terminal untuk memasukkan beberapa penumpang tambahan, okupansi penumpang saat itu cukup baik, terlihat sekitar 75% kursi penumpang terisi , perjalanan pun berlanjut via kota Ambarawa menuju Bawen, tidak masuk terminal tapi langsung bablas ke GT Bawen.

Ngejoss di Tol

Masuk Tol Bawen mulai dah ketemu sama bus malam lain tujuan Jakarta, lumayan lah ada teman lari di tol, pedal gas pun mulai diinjak lebih dalam, terlihat di speedometer kecepatannya stabil di kisaran 80 – 100 km/j, tidak pernah lebih, karena ngantuk awansan tinggal tidur saja, dan bangun bangun sudah sampai RM Gerbang Elok Gringsing, waktu menunjukkan pukul 19.00 , yang berarti dari Terminal Secang hingga Gringsing ditempuh hanya dalam waktu dua jam saja.

Di Gerbang Elok bus berhenti cukup lama, awansan sempatkan buat sholat dan makan, berhubung tidak ada servis makan maka beli soto sendiri di RM ini, Harganya sih standar 15.000, porsinya tidak terlalu banyak tapi cukup lah buat ganjal perut sampai besok pagi, apalagi kondisi saat itu sedang hujan sehingga paling cocok memang makan yang berkuah panas dan pedas πŸ˜€ .

Barisan Ramayana di Gerbang Elok

Pukul 19.00 bus diberangkatkan kembali, perkiraan awal bakal balik masuk tol trans jawa. tapi ternyata ternyata tidak saudara saudara, pemanah muntilan ini malah bablas ke arah batang via tanjakan plelen lama, masih dengan style wolesnya sampai sampai dibalap oleh rekan sekandang Ramayana E3 yang kemudian langsung menghilang tak kelihatan. Padahal E3 ini berangkat paling terakhir dari RM Gerbang Elok. Kapan kapan kalau ada duit kayaknya E3 ini perlu dicoba juga πŸ˜† .

Style mengemudi yang woles, ac yang dingin dingin dan perut kenyang membuat kantuk awansan tak tertahankan, sempat terbangun sebentar sudah masuk GT Palimanan, lirik speedometer masih setia dengan kec 100 km/j, pasrah saja deh ketika harus diasapi gerombolan bus muriaan seperti Haryanto, Nusantara, Bejeu dll.

Namun meskipun begitu ternyata bus ini masih mampu mengovertake beberapa unit Sinar Jaya, Dewi Sri, dan Murni Jaya .. Jiah kirain Ramayana udah paling lelet, ternyata ada yang lebih lelet lagi πŸ˜† .

Memasuki kawasan Cikarang, nampak kemacetan panjang sudah menanti, well efek proyek Tol Elevated ini memang dahsyat, pagi buta kayak gini aja macetnya panjang bener, dan Ramayana pun kemudian ikut berjibaku, dusel sana dusel sini agar bisa cepat lepas dari kemacetan.

Untungnya sopir cepat tanggap, begitu masuk daerah Bekasi, bus langsung diarahkan keluar tol, kemudian mengambil jalur bawah Via Pekayon dan Jatiasih, keputusan yang tepat karena jalannya lancar jaya πŸ˜† , nampak di depan juga ada satu sinar jaya yang juga lewat jalur ini, kemudian dua bus ini konvoi bersama hingga kembali masuk toll Jor, sebetulnya awansan ingin turun di pal depok, tapi teryata bus sudah tidak boleh lewat pal lagi, akhirnya awansan memutuskan turun di Alfamidi Juanda .

Lihat jam ternyata masih pukul 03.00 pagi, kena macet aja sampai sini masih jam segini, nggak kebayang kalau lancar mungkin jam dua sudah nyampe, meskipun kerasa pelan tapi ternyata Ramayana Seri H ini cepet juga sampai di tujuan πŸ˜€ ,

Dengan demikian maka berakhirlan touring kali ini, thanks for reading and see you next time πŸ˜€

Trip Singkat with Scania K124iB milik Po Nusantara

Scania di Jalur Pemberangkatan

awansan.com – Dear pembaca semua, trayek Jogja – Semarang merupakan salah satu trayek yang cukup gemuk di bagian tengah pulau Jawa, arus penumpang antar dua kota propinsi ini cukup tinggi, utamanya kaum mahasiswa dan kaum perkerja, namun seiring berjalannya waktu ternyata terjadi pergeseran selera, jika dulu bus bumel menjadi primadona dengan jadwal yang sangat rapat, kini penumpang lebih memilih bus patas yang dianggap lebih nyaman dan lebih cepat, toh selisihnya ongkos untuk Jogja – Semarang juga cuman sedikit.

(more…)